Pekan Imunisasi Dunia 2026 menjadi momentum pemerintah untuk kembali mengingatkan pentingnya [musik] vaksinasi bagi seluruh kelompok usia. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono [musik] menyebut imunisasi merupakan investasi kesehatan yang murah namun efektif karena mampu mencegah penyakit berat di masa depan. Meski akses layanan sudah semakin dekat melalui Puskesmas dan Posyandu, jutaan anak belum mendapatkan imunisasi lengkap. Salah satu penyebabnya yaitu keraguan dan informasi keliru tentang
vaksin. Kementerian Kesehatan menegaskan vaksin yang digunakan telah melalui uji keamanan dan terus dievaluasi melalui sistem pemantauan KIPI atau kejadian ikutan pasca imunisasi. Jadi imunisasi ini adalah ee kegiatan vaksinasi yang investasi yang murah tapi bisa mencegah penyakit yang akan timbul di masa depan yang lebih berat. Bayangkan kalau anak-anak kita diimunisasi maka dia akan tercir dari penyakit-penyakit yang sebenarnya tidak perlu terjadi kalau mengai tahan tubuh yang baik. Sementara itu, data organisasi kesehatan
Dunia dan mitra pembangunan nunjukin kalau kesenjangan cakupan imunisasi masih terjadi di berbagai daerah. Faktor geografis, distribusi layanan, sampai perbedaan tingkat edukasi jadi tantangan tersendiri di Indonesia. Nah, gue sebagai orang tua yang punya tanggung jawab buat melindungi anak, pasti pengen yakin kalau apa yang gue kasih bener-bener bisa melindungi mereka. Nah, buat yang antivaks, ya seperti yang gue bilang tadi, alasan mereka beda-beda. Bisa karena budaya, sosial, atau cuma karena nggak…
punya cukup informasi atau bisa paham informasi dengan cara yang sederhana. Dan saya rasa itu tugas kita sebagai profesional kebijakan publik, sebagai ahli kesehatan, sebagai dokter untuk berusaha meminimalisir salah kaprah dalam penyampaian pesan. Pemerintah juga mengajak figur publik buat bantu edukasi masyarakat supaya orang tua lebih yakin memberikan imunisasi ke anaknya. Mewakili para ibu, saya senang dan bersyukur karena dulu waktu anak saya masih bayi sudah menjalani semua vaksinasi lengkap dan setelahnya…
mendengarkan penjelasan dari Profhar bahwa ada situasi-situat tertentu dengan kriteria-kriteria tertentu yang memungkinkan juga kita sebagai manusia dewasa juga [berdehem] perlu untuk melakukan ee imunisasi ulang. Melalui pekan imunisasi dunia 2026, pemerintah berharap cakupan vaksinasi meningkat. dan tidak ada lagi anak yang kehilangan hak atas perlindungan dasar kesehatan. Imunisasi bukan hanya soal suntikan, tetapi perlindungan jangka panjang bagi generasi masa depan. Saat informasi [musik] benar sampai ke masyarakat,
lebih banyak anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan terlindungi. Aji Atmoko, Jakarta.

Komentar